Lezatnya Makanan Khas Betawi Semur Jengkol, Coba Yuk!

2. Lezatnya Makanan Khas Betawi Semur Jengkol, Coba Yuk!

Bagi banyak orang menikmati makanan khas Betawi adalah hal yang dinantikan. Terlebih banyak sekali menu makanan yang berasal dari Betawi. Biasanya masakan tradisional Betawi tersebut sangat mudah ditemukan di berbagai penjuru Jakarta. Pada dasarnya makanan ini merupakan warisan dari nenek moyang yang diturunkan secara turun temurun.

Oleh karena itu tidak heran saat mengunjungi beberapa restoran di Jakarta Anda akan menjumpai menu makanan tradisional. Agar bisa dinikmati oleh masyarakat modern beberapa menu kuliner disajikan dengan citarasa modern. Lebih dari itu warisan nenek moyang ini dibuat lebih menarik dari segi tampilannya.

Tampilannya juga disesuaikan dengan lidah orang modern. Namun, hal ini tidak mengubah citarasa yang sesungguhnya. Masakan tersebut tetaplah menjadi bagian dari kuliner khas masyarakat Betawi hingga saat ini. Salah satu makanan khas Betawi yang tetap lestari yaitu semur jengkol. Penasaran bagaimana lezatnya menu makanan ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

Sejarah Kuliner Semur Jengkol Betawi

Bila membicarakan mengenai kuliner yang satu ini kurang lengkap tanpa mencari tahu sejarahnya. Apalagi biasanya masakan yang dibawa nenek moyang memilliki sejarah masing-masing, begitu pula dengan semur jengkol. Menu masakan yang identik dengan jengkol ini juga konon memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Bagi sebagian orang makanan khas Betawi layaknya semur jengkol terbilang ekstrim. Ini dikarenakan jengkol memilikia aroma yang menyengat. Baunya yang tajam membuat sebagian orang memilih untuk menghindarinya. Tapi, tahukah Anda bahwa semur jengkol merupakan hasil dari pengaruh budaya luar? Salah satunya bangsa Belanda yang pada saat itu ada di Indonesia.

Semur sendiri merupakan masakan yang mengandung kuah berwarna coklat. Bila Anda mengingat kembali ciri khas menu masakan khas Eropa pastinya tidak asing dengan kuah coklat tersebut. Semur kala itu dipengaruhi oleh bangsa Eropa, Cina, Timur Tengah, India dan Indonesia. Sementara itu, nama semur diketahui merupakan hasil plesetan dari Bahasa Belanda.

Dalam Bahasa Belanda terdapat alat masak yang bernama stomerijj atau steamer. Alat ini mirip seperti kukusan, konon dahulu mayoritas orang Belanda mempunyai koki dan memanggilnya dengan seburan stomerijj. Karena kokinya berasal dari Indonesia panggilan tersebut seakan akan terdengar menjadi smoor atau semur. Karena itulah masakan khas Betawi dikenal dengan nama semur.

Keunikan Menu Semur Jengkol Betawi

Anda yang pernah mencicipi semur pastinya sudah bisa membayangkan kelezatannya bukan? Seperti namanya saat mencobanya ada jengkol yang sangat menyengat. Tanpa disadari sebenarnya kuliner yang satu ini bisa menyehatkan. Namun, bila dikonsumsi dengan porsi yang berlebihan akan berdampak buruk pada kesehatan.

Jengkol memiliki nama latin pithecollobium labatum. Tumbuhannya lebih banyak bermunculan di wilayah tropis Asia Tenggara. Selain di Indonesia, pohon jengkol juga bisa Anda temukan di Thailand, Myanmar dan Malayasia. Sama seperti makanan khas Betawi, jengkol juga menjadi menu andalan bagi ketiga negara tersebut, khususnya pada bagian bijinya.

Itulah keunikan dari semur jengkol Betawi hingga saat ini. Selain itu, menu semur jengkol juga dibuat dari rempah-rempah pilihan khas Indonesia. Sehingga bisa dikatakan olahannya merupakan perpaduan budaya Belanda dan Indonesia. Citarasa masakan ini sangat terasa pada bagian kuahnya yang sangat kental dan pedas.

Nah, itulah lezatnya masakan khas yang berasal dari Betawi. Kelezatannya menjadikan semur jengkol sebagai kuliner tradisional yang terus dilestarikan hingga sekarang. Apalagi bila Anda menikmatinya dengan segelas es teh. Menu makanan ini paling enak disantap saat siang maupun sore hari. Anda juga dapat menyantap makanan khas Betawi ini dengan kerupuk untuk citarasa yang lebih nikmat.

Keyword: makanan khas Betawi

Deskripsi: Makanan khas Betawi semur jengkol dipengaruhi oleh kebudayaan Belanda. Keunikannya terletak pada citarasa jengkol yang kuat dan kuah kentalnya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>